Lanjut postingan lagi.....
Dapet pencerahan ketika lagi bengong (bengong merupakan salah satu dari hobby gw).
Waktu itu lagi pup, disitulah hobby ini berawal, ya emang g elit si, tapi lumayan ampuh buat ngilangin bau. Ternyata gw baru sadar ternyata bengong itu membutuhkan energi yang sangat besar, kenapa ?. Pernahkah anda bengong ? ketika anda bengong apa yang anda alami ?, apakah anda merasa bergairah ?, apakah libido anda tiba-tiba meningkat ?, berarti anda sedang ngelamun JOROK. ckckck (pertanyaan ala mario teguh).
Ketika gw bengong, yang gw alami
pertama, penglihatan gw mulai kabur. maksudnya adalah kita mulai tidak sadar kita sedang melihat apa atapun kita sedang kecolok apa, ngeliat gambar tessie aja klo lagi bengong bisa berubah jadi dian sastro waktu umur 60an *apabedanya.
kedua, pendengaran mulai hilang. g tau dicolong siapa pendengaran pun bisa hilang, walau ada suara keras atau ada suara manggil bisa g kita denger. mungkin harus cepet lapor polisi barangkali bisa dimasukin ke DPK (daftar pencarian kuping).
ketiga, lupa sedang ngapain. ini yang paling gawat, ketika lagi bengong ditoilet bisa aja kita ngerasa lagi direstoran ala itali, dengan sossis lapis keju, yang dipanggang diatas oven dengan panas 120 derajat, tapi g klo lagi mencrettt. hueekz.
Hal-hal diatas terjadi karena sebagian memory kita mulai difokuskan kebagian hipotalamus lain yang memaksimalkan tingkat imajinasi kita, sehingga kita bisa merasakan apa yang kita hayalkan. sama seperti hipnotis ataupun mimpi basah. (ini teori gw, blum ada penelitian lebih lanjut tentang hal ini).
Begitupun saat gw menulis postingan ini, lagi bengong tiba2 udah kelar.wkwkwk
salam bengong, bengong itu indah. apalagi bengong dimalam hari......
Sunday, January 15, 2012
Sabar
Hoamz, bingung malem-malem gini mau tidur tapi g ngantuk (tapi nguap terus), terpaksalah mengisi blog ini (g ikhlas karena g ada yg nemein tidur *apahubungannya). Pengen sedikit cerita ya nyerempet dikit sama judul post ini.hhe
Sabar, banyak orang mendefinisikan sebagai sifat yang menerima apa adanya, atau lebih dikenal dengan pasrah *ehtapibedadink, sabar itu beda dengan pasrah, klo pasrah itu terkesan menyerah, sedangkan sabar lebih menyerahkan semua apa yang telah kita lakukan semaksimal mungkin kepada yang maha kuasa.
Ya banyak memang yang lebih prioritas dari apa yang harus kita kerjakan sehari-hari, misalkan lebih dulu mana antara makan dan mandi setelah bangun tidur ?, relatif bukan ?.hha normatif setelah bangun tidur kita mandi, setelah itu makan, maka akan terlihat lebih sistematis dan struktural menurut pandangan normatif *lagi.
Semua yang prioritas bisa dipandang relatif terhadap siapa hal itu ditujukan, contoh. ketika kita sudah merencanakan aktifitas/hobi yang selalu kita lakukan tiap satu minggu sekali tiba2 harus terlahang oleh prioritas orang lain *nahlo (ketauan g si kalo terkesan menutup-nutupi ?..wkwk) maka lebih mana yang harus kita dahulukan ?, prioritas pribadi atau kah prioritas orang lain ?.
Jawaban itu datang paralel dengan prioritas yang akan kita pilih, misalkan kita pilih prioritas pribadi, maka kita akan tahu perbandingan dengan prioritas orang lain itu, begitupula sebaliknya, kita tidak akan mengetahui selama priotitas itu belum kita lakukan. Baik prioritas pribadi maupun orang lain bisa kita pilih sesuai dengan tanggung jawab atau risiko mana yang lebih besar bila kita tidak memilihnya.
Jadi intinya, apapun yang kita pilih, kita harus siap dengan risiko dan tanggung jawab terhadap pilihan itu, dan jangan menyesalinya, karena tidak ada gunanya, hanya akan menambah memory berfikir kita.
ngomong-ngomong tentang memory, jadi ada ide buat postingan setelahnya..hhe
Sabar, banyak orang mendefinisikan sebagai sifat yang menerima apa adanya, atau lebih dikenal dengan pasrah *ehtapibedadink, sabar itu beda dengan pasrah, klo pasrah itu terkesan menyerah, sedangkan sabar lebih menyerahkan semua apa yang telah kita lakukan semaksimal mungkin kepada yang maha kuasa.
Ya banyak memang yang lebih prioritas dari apa yang harus kita kerjakan sehari-hari, misalkan lebih dulu mana antara makan dan mandi setelah bangun tidur ?, relatif bukan ?.hha normatif setelah bangun tidur kita mandi, setelah itu makan, maka akan terlihat lebih sistematis dan struktural menurut pandangan normatif *lagi.
Semua yang prioritas bisa dipandang relatif terhadap siapa hal itu ditujukan, contoh. ketika kita sudah merencanakan aktifitas/hobi yang selalu kita lakukan tiap satu minggu sekali tiba2 harus terlahang oleh prioritas orang lain *nahlo (ketauan g si kalo terkesan menutup-nutupi ?..wkwk) maka lebih mana yang harus kita dahulukan ?, prioritas pribadi atau kah prioritas orang lain ?.
Jawaban itu datang paralel dengan prioritas yang akan kita pilih, misalkan kita pilih prioritas pribadi, maka kita akan tahu perbandingan dengan prioritas orang lain itu, begitupula sebaliknya, kita tidak akan mengetahui selama priotitas itu belum kita lakukan. Baik prioritas pribadi maupun orang lain bisa kita pilih sesuai dengan tanggung jawab atau risiko mana yang lebih besar bila kita tidak memilihnya.
Jadi intinya, apapun yang kita pilih, kita harus siap dengan risiko dan tanggung jawab terhadap pilihan itu, dan jangan menyesalinya, karena tidak ada gunanya, hanya akan menambah memory berfikir kita.
ngomong-ngomong tentang memory, jadi ada ide buat postingan setelahnya..hhe
Subscribe to:
Posts (Atom)